Waspadalah, Pembalut Bisa Menjadi Penyebab Kanker Serviks

Sebuah penelitian secara mengejutkan menemukan bahwa pembalut yang kita gunakan bisa memicu terjadinya kanker serviks atau kanker mulut rahim, terutama pembalut wanita dengan kualitas yang buruk.
Mengapa pembalut bisa memicu kanker serviks? dan bagaimana sebaiknya memilih pembalut yang berkualitas? mari kita ulas bersama di artikel kali ini.

Pembalut dan Kanker Serviks

Menurut data dari badan kesehatan dunia, Indonesia saat ini merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia, dan sekitar lebih dari 60% kasus kanker mulut rahim di Indonesia dipicu oleh kualitas pembalut wanita yang digunakan.

Berdasarkan penelitian, pembalut dengan kualitas buruk bisa menjadi tempat pertumbuhan bakteri yang pada kasus ringan sekalipun dapat menyebabkan infeksi organ kewanitaan.

Peningkatan jumlah kasus infeksi dan kanker serviks sekarang ini dipicu pula dengan kebiasaan wanita Indonesia yang tidak pernah kritis dengan kualitas pembalut yang mereka gunakan dan bahkan seringkali tidak pernah peduli akan material bahan pembalut yang digunakan.

Beberapa produsen pembalut secara tidak bertanggung jawab menggunakan bahan dalam pembalut dari kertas bekas dan bahan-bahan kimia berbahaya, yang digunakan mulai sejak proses daur ulang kertas bekas, pemutihan kertas, hingga penghilangan bau pada kertas bekas yang mereka gunakan.

Bahan kimia tersebut kemudian tercampur darah menstruasi yang kemudian menjadi sarang pertumbuhan bakteri yang sangat mungkin menjadi penyebab kanker serviks.

Tips memilih pembalut berkualitas

Pembalut Image


Untuk menghindari resiko buruk, ada baiknya anda mulai memeriksa kualitas pembalut yang sering anda gunakan, caranya sangat mudah, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini,
  1. Siapkan pembalut yang sering anda gunakan
  2. Tuangkan air secukupnya (kurang lebih 40ml) ke area permukaan pembalut
  3. Tunggu air hingga meresap
  4. Tempatkan tissue di atas pembalut dan berikan tekanan secukupnya
  5. Periksa tissue tersebut, jika basah maka pembalut tersebut memiliki kualitas resapan yang buruk.
Selain cara di atas, anda disarankan juga memeriksa kualitas bahan dalam pembalut anda, caranya robek dan ambillah material dalam pembalut kemudian masukkan ke dalam gelas yang berisi air, aduk kemudian perhatikan perubahannya.

Jika bahan tersebut hancur saat diaduk di air atau air di gelas berubah menjadi keruh, maka besar kemungkinan material bahan yang digunakan adalah dari kertas daur ulang yang dicampur bahan kimia.
Baca juga, tips memilih pembalut saat haid.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, selalu perhatikan kualitas pembalut yang anda gunakan dan jauhkan diri anda dari resiko kanker serviks atau kanker mulut rahim.

wdcfawqafwef